Jumat, 16 Maret 2012

Auratmu bukan tergantung kepada orang lain


Salam dari founder blog ini, yang masih newbie, ingin mencoba sesuatu hal yang baru dan pengetahuan yang baru juga.  semoga bermanfaat apa yang saya sampaikan diposting ini. Smile . ceekkibroot.. Open-mouthed smile 
oke… itu hanya sekedar sambutan aja. Smile . sesuai judul posting ini, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang kehidupan saya, dimana saya melewati waktu yang berkaitan dengan judul diatas.
pagi hari setelah sampai dikelas, (kebetulan saya masih SMA saat ini), sapaan dari teman-teman dengan berbagai ekspresinya aku sambut  dengan senyuman. Smile  teman-teman dikelaspun sudah banyak yang datang  karena pada saat itu jadwal pelajaran yang akan kami hadapi diantaranya B.inggris, Olahraga, PAI (Pendidikan Agama Islam) dan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). dan jam pertama B.inggris akan mengadakan ulangan, jadi yanga lainpun berangkat lebih awal.
akupun duduk  sembari bersandau-gurau dengan teman-teman. sebagian dari seluruh teman-temanku dikelas, ada yang memakai baju olahraga langsung, padahal pelajaran Olahraga dijam kedua, dan kebanyak teman perempuan yang memakai baju olahraga langsung dari rumahnya. akupun tidak begitu memperhatikan dan mempedulikannya waktu itu. 
sepuluh menit sebelum ulangan dimulai, dan gurunyapun belum masuk. semua siswa dikelasku mulai bersiap-siap, hingga akhirnya aku melewati waktu dimana ada salah satu teman perempuanku, yang sedang sibuk memakai seragam putih abunya yang kelihatan agak kecil, mungkin milik temannya yang dipinjam. 
secara dilihat dari mata lelaki normal, dia terlihat tidak nyaman bagi saya, dengan pakaiannya yang berukuran kecil yang memperlihatkan lekak lekuk tubuhnya , dan diapun mungkin tidak mempedulikannya, dengan santainya dia  mengancingkan tiap kancing bajunya tanpa mempunyai rasa apapun dibenak pikirannya.
kebetulan hari kemarin ada tugas bahasa indonesia, kami disuruh berpidato masing-masing didepan kelas, dan ada salah satu teman saya yang mengambil tema tentang jilbab dan aurat perempuan, secara tidak sengaja kami sekelaspun mampu mengambil inti kesimpulan pidato dari tema tersebut.
dengan kami yang mempunyai logis dari tema pidato tersebut, salah satu dari teman dikelas ada yang berani mengkritik dia. tampil memasang wajah percaya dirinya temanku bilang. “eh! ngundang syahwat loe… bentuk tubuh loe kelihatan”, weeihh.. saya pun kaget, dengar temen saya berbicara seperti itu. dan siperempuan itu  balik berbicara dan dia bilang “eeeh!! loe aja kali yang menghayatinya”, jlleeb…. semuanya diam, dan temen sayapun tersenyum dengan penuh rasa penasaran bagi saya menatapnya, entah apa yang dipikirkan teman saya itu, mungkin dia tahu logikanya atau tidak.
sejenak sayapun mengulang kembali percakapan itu dipikiran saya,  dan itulah saya menemukan pikiran dari dialognya secara logis. bahwa apa yang siperempuan katakan itu salah besar, logikanya, apa yang diberikan tuhan, kita harus syukuri, mempunyai fisik indah bagi wanita, itu merupakan suatu anugrah yang selalu diinginkan setiap wanita, dan itupun patut disyukuri, dengan tidak memamerkannya dan memeliharanya dengan baik.
logika kedua, tidak ada salahnya jika seorang laki-laki mengatakan hal seperti itu, dan mempunyai perasaan seperti itu, merupakan kewajaran dan normal seorang lelaki. namun yang jadi masalahnya, bagaimana seorang perempuan menjaga auratnya dan tidak tergantung kepada orang yang melihatnya, pertama kali orang menilai, dari penglihatannya apa yang dilihatnya apa yang dirasakan, itu adalah penilaian pertam seseorang, baik laki-laki atau perempuan.
kesimpulan
seorang perempuan harus menjaga dirinya dari pemikiran negatif dari seorang lelaki terhadap fisiknya, begitupun dengan sikap yang diperlihatkan sorang perempuan kepada orang umum, memberikan suatu penilaian bermacam-macam terhadap dirinya.
jagalah auratmu, auratmu bukan tergantung kepada orang lain yang melihatmu.

untuk evaluasinya mohon komentar, tanggapan, dan kritiknya, agar menjadi bahan pembelajaran, supaya kedepan menjadi lebih baik.
salam…… Smile
Share

Entri Populer